728x90 AdSpace

  • Info Terbaru

    Thursday, 6 November 2014

    Jatim Tekan Laju Penduduk

    Surabaya - Provinsi Jawa Timur (Jatim) dianggap berhasil dan layak menjadi contoh dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasti Jalal mengatakan, Jatim terbukti telah berhasil memberikan kontribusi terhadap pencapaian nasional pengen-dalian laju pertumbuhan penduduk.

    Fasti mengulas, laju pertumbuhan penduduk Jatim saat ini berada di bawah satu persen per tahun. Dengan kata lain, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia, yakni sekitar 1,4 persen per tahun.

    "BKKBN Pusat bangga terhadap prestasi Jatim yang terus bersinergi dengan semua pihak, baik dari kader posyandu, PKK, hingga pelosok dae-rah guna mengurangi ledakan penduduk di Indonesia," ujar Fasli ketika membuka seminar tentang pengelo-laan program kependudukan,KB, dan pembangunan keluarga di Surabaya, Rabu (5/11),

    Fasli melaporkan, upaya pengendalian laju penduduk di tingkat nasional masih belum sesuai harapan. la menggambarkan, pada 2000 lalu pemerintah memproyeksikan selama 10 tahun ke depan penduduk Indonesia berjumlah 233 juta jiwa. Ternyata, prediksi tersebut meleset. Pada 2010, menurut Fasli, jumlah penduduk Indonesia sebesar 237,6 juta atau melonjak empat juta jiwa dari perkiraan.

    Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyampaikan, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, Pemprov Jatim mengoptimalkan peningkatan kesejahteraan kaum perempuan atau ibu. "Intinya, penguatan dari setiap masalah keluarga, yakni peningkatan kesejahteraan dan kesehatan perempuan. Ini bisa diasumsikan, jika kaum perempuan cerdas dan sehat maka keluarganya menjadi hebat dan ikut sejahtera," kata Saifullah.la menyampaikan, kesejahteraan kaum perempuan dan keluarga ber-peran dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Secara teknis, menurut Saifullah. upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Jatim ditempuh melalui intervensi angka kelahiran, angka kematian, dan peningkatan usia harapan hidup rata-rata. Selain itu cara lain, menurutnya, melalui optimalisasi dan revitalisasi pelaksanaan program keluarga berencana (KB).

    Gandeng Tokoh agama

    BKKBN juga menggandeng Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) untuk mensosialisasikan pengendalian kependudukan.

    Menurut Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Wendi Hartanto, tokoh agama merupakan medium yang tepat untuk memberikan pemahaman tentang pembangunan keluarga. "Para tokoh agama biasanya merupakan panutan yang didengar oleh masyarakat," katanya, Rabu (5/11).

    Menurut Wendi, saat ini penduduk Indonesia kurang lebih sudah mencapai seperempat miliar penduduk. Banyaknya penduduk tersebut akan menjadi potensi jika banyak yang berkualitas. Sebaliknya, banyaknya jumlah penduduk akan menjadi ancaman jika kebanyakan di antaranya tidak berkualitas.

    Terlebih, pada 2015 Indonesia akan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Agar tidak menjadi penonton, Wendi berharap agar penduduk Indonesia meningkatkan kualitasnya.

    Ketua Fapsedu Khalil Nans mengatakan, tokoh lintas agama mempunyai peran strategis dalam program keluarga berencana dan pembangunan keluarga. "Contohnya kiai. Saya yakin kiai mampu memberikan pengaruh kepada minimal 1.000 warga. Begitu juga para pastor, pendeta, dan tokoh agama lainnya," katanya memaparkan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jatim Tekan Laju Penduduk Rating: 5 Reviewed By: Catatan Habriah

    Galeri Aktivitas Saya 2013 - 2015