728x90 AdSpace

  • Info Terbaru

    Tuesday, 28 April 2015

    Pendataan Keluarga Tahun 2015 di Jawa Timur untuk Pengendalian Operasional Penyelenggaraan Program Keluarga

    Surabaya - Tingginya angka kelahiran remaja (usia 15-19 tahun) di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, ini sangat beresiko pada kesehatan reproduksi ibu yang berdampak terhadap angka kematian ibu dan bayi.
    Hal tersebut disampaikan Dr. H. Akhmad Sukardi, Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 di kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110 Surabaya.
    “Dalam rangka menurunkan angka kelahiran remaja, kita perlu menyiapkan generasi muda berencana (genre) dengan lebih mengintensifkan kegiatan yang berkaitan dengan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Seperti pendampingan merencanakan masa depannya agar menjadi keluarga kecil bahagia sejahtera” pinta Sukardi.
    Pada kesempatan ini, Sukardi juga me-launching program Pendataan Keluarga Tahun 2015 di Jawa Timur. Program tersebut akan dilaksanakan serentak di Indonesia mulai bulan Mei hingga Juni 2015.
    “Saya himbau semua pihak untuk mendukung dan menyukseskan program ini, agar kita mendapatkan data basis keluarga yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendataan keluarga ini penting untuk pengendalian operasional penyelenggaraan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana” himbaunya.
    Sudibyo Alimoeso, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN mengatakan, program Pendataan Keluarga Tahun 2015 ini sangat penting. Karena datanya akan terus digunakan pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, ia minta dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat, propinsi, dan kabupaten dan kota.
    Secara khusus, Sudibyo menyampaikan pujiannya kepada Jawa Timur atas keberhasilan program pembangunan keluarga dan Keluarga Berencana (KB) di Jawa Timur yang secara konsisten mencatat prestasi.
    “Program pembangunan keluarga dan KB di Jawa Timur harus terus dipertahankan prestasinya, karena jadi ciri khas Jawa Timur. Misalnya, KB holistik integeratif, ini selalu jadi contoh dan selalu menang jika ada lomba tingkat nasional. Lalu program Bina Keluarga Lansia di Bangkalan yang juga menjadi percontohan nasional, bahkan Fukuda University Jepang juga mencontohnya dan dipresentasikan di Jepang kepada pihak internasional” pujinya.
    Sudibyo melanjutkan, penguatan program kependudukan dan KB telah tertuang dalam renstra BKKBN telah menetapkan berbagai sasaran.Diantaranya, laju petumbuhan penduduk nasional harus bisa diturunkan jadi 1,38 persen per-tahun (saat ini masih 1,49 persen per tahun).
    “Jika tidak berhasil menurunkan, jumlah penduduk kita akan menjadi 2 kali lipat dalam kurun waktu 40 tahun. Sekarang jumlah kita mencapai 254 juta jiwa (2015). Akhir tahun ini diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Padahal tahun 2010 lalu hanya 238 juta jiwa” ujarnya.
    Sudibyo berpesan, keberhasilan Jawa Timur dalam menekan laju pertumbuhan penduduk akan sangat berpengaruh kepada nasional. Pasalnya jumlah penduduk Jatim mencapai 38 juta jiwa.
    “Kami harapkan Jatim tetap menjadi provinsi yang terdepan dalam program kependudukan dan pembangunan keluarga berencana” pungkasnya.

    Dwi Listyawardani, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur mengatakan bahwa Rakerda ini merupakan tindak lanjut dari Rakernas BKKBN 2015 pada 29 Maret – 1 april lalu di Jakarta. Rakerda bertujuan untuk meningkatkan kembali program Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan target sasaran tahun pertama RPJMN tahun 2015-2018.
    Menurut Dwi, capaian KB di Jawa Timur sudah cukup bagus, namun belum merata keseluruh wilayah. Karena itu, ia akan mengembangkan kerjasama dalam bentuk MoU dengan beberapa pihak. Diantaranya, dengan Universitas Trunojoyo Madura dalam rangka membangun KB di Madura, MoU dengan IDI dalam rangka pelaksanaan program KB di era JKN, lalu MoU dengan Unibraw Malang tentang program program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
    Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis penghargaan kepada Kabupaten Sidoarjo atas prestasi pencapaian tingginya pemakaian alat kontrasepsi dan rendahnya angka kelahiran rata-rata dalam menyukseskan program KB di Jawa Timur tahun 2012-2013, lalu pengahrgaan kepada Kota Madiun dan Kabupaten Bojonegoro atas dukungan anggaran program KB dan pembangunan keluarga taun 2013-2015. (seputarmalang)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pendataan Keluarga Tahun 2015 di Jawa Timur untuk Pengendalian Operasional Penyelenggaraan Program Keluarga Rating: 5 Reviewed By: Catatan Habriah

    Galeri Aktivitas Saya 2013 - 2015