728x90 AdSpace

  • Info Terbaru

    Saturday, 23 May 2015

    Pesan Psikolog untuk Remaja: Kalau Dibolehkan Pacaran, Pacaran yang Sehat


    CATATAN HABRIAH, Jakarta -- Meski beberapa orang tua ada yang melarang anaknya berpacaran, ada pula beberapa remaja yang diperbolehkan untuk memiliki pacar. Jika seperti itu, sudah sepatutnya bahwa prinsip berpacaran yang digunakan adalah berpacaran yang sehat.


    "Kalau memang dibolehkan pacaran, pacaran yang sehat, baik, dan bisa memotivasi. Apalagi jika remaja putra dan putrinya memang punya tujuan dan cita-cita maka bisa dijalin hubungan pacaran yang bisa membuat remaja produktif," kata psikolog Rahmadani Hidayatin, dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).



    Di sela-sela sosialisasi program Generasi Berencana (GenRe) di kantor bupati Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/5/2015), wanita yang akrab disapa Atin ini menuturkan pacaran yang sehat dan baik pastinya tidak melanggar norma yang ada di masyarakat. Kemudian, tidak melakukan hal-hal yang bisa memancing terjadinya seks bebas.



    "Apalagi kalau bisa saling memotivasi untuk meningkatkan prestasi itu bagus sekali. Jangan sampai melakukan seks bebas, kalau memang laki-laki ini sayang sama pacarnya, jangan dirusak dong si ceweknya ini. Harusnya malah dijaga dengan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah," papar Atin.



    Melalui program Generasi Berencana atau GenRe, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertujuan agar para remaja bisa terhindar dari perilaku berisiko di mana selain menghindari NAPZA dan HIV-AIDS, perlu juga menghindari seks bebas. Dikatakan Atin, tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah ditujukan supaya remaja bisa meneruskan pendidikan dan merencanakan masa depan yang lebih baik.



    "Kalau melakukan hubungan seks sebelum nikah maka terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan berujung pada aborsi. Sampai saat ini saja ada 2,3 juta kasus aborsi dilakukan remaja setiap tahun. Boleh remaja bersenang-senang tapi dalam koridor positif, produktif, dan kreatif," kata Atin.



    Sementara, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso menuturkan BKKBN sendiri menolak memberikan layanan kontrasepsi kepada remaja seperti yang dilakukan di beberapa negara lain sehingga dipilih untuk memberi pengetahuan reproduksi kepada remaja.



    "Pengetahuan bisa diberikan dengan adanya pusat informasi dan konseling yang juga melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) serta konselor remaja. Program seperti ini mulai efektif karena anak sudah tertarik dengan kesehatan reproduksi. Jadi dia paham," kata Sudibyo. (detik.health)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pesan Psikolog untuk Remaja: Kalau Dibolehkan Pacaran, Pacaran yang Sehat Rating: 5 Reviewed By: Catatan Habriah

    Galeri Aktivitas Saya 2013 - 2015