728x90 AdSpace

  • Info Terbaru

    Monday, 22 June 2015

    Ramadhan dan Gerakan Posdaya Berdoa

    Sesuai kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tahunan Yayasan Damandiri, pada posdaya terpilih di semua daerah diadakan pendataan untuk membantu membuat roadmap bagi keluarga prasejahtera menuju kepada keadaan yang lebih sejahtera. Pada bulan Maret, seluruh posdaya yang dipilih dari setiap wilayah koordinator di seluruh Indonesia dilatih untuk melakukan pendataan dari seluruh keluarga yang tergabung dalam setiap posdaya.
    Pelatihan dan pendataan itu telah selesai dilaksanakan bulan Maret dan mulai April setiap posdaya dianjurkan mengadakan intervensi untuk membantu keluarga prasejahtera menapak menuju keadaan yang lebih baik, menjadi keluarga sejahtera I atau lebih.
    Mulai awal Ramadhan, kegiatan intervensi dukungan itu dimulai dengan mengajak seluruh anggota posdaya, utamanya yang beragama Islam, untuk menjadikan bulan suci ini sebagai gerakan ‘Posdaya Berdoa’,
    Diawali dengan doa itu, secara mandiri gerakan segera dimulai. Di beberapa daerah para pejabat setempat, karena mengetahui masih banyak desa yang jumlah keluarga prasejahteranya tinggi, ikut memberikan dukungan terhadap usaha intervensi tersebut. Ada yang secara langsung memberikan dukungan dan ada yang memberikan stimulan agar dukungan dari berbagai kalangan berlangsung dengan baik.
    Salah satu daerah yang mengambil prakarsa besar-besaran itu adalah Kota Metro, Lampung. Walikota yang gesit segera menggelar Gebyar Posdaya untuk merangsang perhatian seluruh penduduk kepada posdaya yang ada. Gebyar itu dibuka dengan mengadakan Senam Keluarga Indonesia yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang tergabung dalam posdaya. Anggota keluarga tua muda diajak bersenam bersama sebagai awal dari ajakan untuk hidup sehat dan sejahtera. Malalui senam setiap keluarga mengontrol apakah anggotanya sehat atau sakit. Kalau sehat dianjurkan agar tetap memelihara kesehatannya dan kalau sakit agar segera berobat ke puskesmas atau rujukannya.
    Gebyar Posdaya di Kota Metro, Lampung itu merupakan perpaduan untuk mengecek apakah setiap posdaya di Kota Metro bisa melaksanakan upaya pemberdayaan keluarga prasejahtera anggotanya. Apabila ternyata anggota sudah bisa melakukan pemberdayaan untuk warganya yang kurang mampu, dengan demikian pemerintah bisa membantu keluarga di posdaya lainnya. Dengan demikian dana terbatas yang ada pada pemerintah dapat ditingkatkan efektivitas dan efisiensinya untuk disebarluaskan kepada keluarga lainnya.
    Kabupaten lain yang siap dengan tindak lanjut pendataan dan pemetaan itu adalah Kabupaten Bekasi. Segera setelah dilakukan pendataan maka kabupaten Bekasi membentuk tim bersama untuk memikirkan bagaimana menangani kasus keluarga prasejahtera yang masih banyak di berbagai posdaya. Tim itu dibentuk dengan keanggotaan antar berbagai instansi dan kelompok masyarakat swasta yang dianggap peduli terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Tim itu kemudian merumuskan langkah-langkah yang bisa diangkat bersama untuk menolong dan mendampingi keluarga prasejahtera mengikuti suatu roadmap menuju kepada keluarga yang lebih sejahtera.
    Proses pembentukan tim seperti di Bekasi itu dilakukan juga oleh beberapa kabupaten lainnya. Dengan cara yang sama beberapa perguruan tinggi juga melakukan pembentukan satuan tugas dalam lingkup KKN Tematik Posdaya dengan menugasi mereka secara khusus mengadakan pengamatan terhadap keluarga prasejahtera dan mencari terobosan agar mereka dapat dibantu dengan pemberdayaan sederhana agar keluarga tertinggal melenggang maju lebih tinggi.
    Program dan kegiatan intervensi atau bantuan itu sifatnya sangat sederhana karena yang menjadi sasarannya adalah keluarga prasejahtera yang umumnya belum biasa melakukan kegiatan ekonomi produktif. Mereka umumnya bekerja sebagai buruh tidak tetap atau belum pernah memiliki usaha pribadi yang harus dilakukan dengan disiplin tinggi. Mereka perlu belajar untuk tidak mempergunakan modal untuk konsumsi dan memisahkan modal dari penggunaan untuk keperluan pribadi menyambung hidup sehari-hari. Oleh karena itu, jenis dukungannya juga sangat sederhana dan tidak memerlukan pembiayaan besar. Tetapi, memerlukan pendampingan yang berkelanjutan yang dengan sabar memberi semangat kepada setiap keluarga yang sedang dikembangkan.
    Di samping upaya yang digelar di banyak posdaya di seluruh Indonesia, beberja sama dengan beberapa peruguran tinggi di daerah Malang, seperti Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Universitas Merdeka Malang dan Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Yayasan Damandiri dan Universitas Trilogi di Jakarta, mengembangkan sistem Surveylan dengan teknologi komputer dan hand phone biasa guna memonitor perkembangan posdaya dan anggotanya. Sistem ini diambil dari pengalaman Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang yang mengakses para ibu berisiko tinggi untuk mendapatkan dukungan KB agar tidak melahirkan dan meninggal dunia karena terlalu banyak anak karena resikonya tinggi.
    Program Surveylan yang dikembangkan di Malang itu sedang diuji coba di Malang melalui posdaya yang dikembangkan di pedesaan dan juga posdaya yang dikembangkan dalam lingkungan masjid. Hasil uji coba ini secara teliti dipelajari apakah sistem ini bisa membantu untuk mengetahui apakah peta keluarga dapat dijadikan basis untuk membantu menilai dan mengikuti perkembangan keluarga prasejahtera dengan intervensi dan dukungan pembangunan untuk mengangkat keluarga prasejahtera menjadi keluarga sejahtera. ***
    Penulis adalah Ketua Umum DNIKS.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ramadhan dan Gerakan Posdaya Berdoa Rating: 5 Reviewed By: Catatan Habriah

    Galeri Aktivitas Saya 2013 - 2015